PERANAN WAYANG KULIT CENK BLONK SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN PENDIDIKAN ETIKA

Sudiani Ni Nyoman

Sari


Abstrak

Wayang kulit Cenk Blonk memiliki corak yang berbeda dengan wayang kulit lainnya, walaupun sama-sama mengajarkan pendidikan etika. Wayang kulit Cenk Blonk lebih digemari oleh masyarakat dibandingkan dengan wayang kulit lainnya diBali, karena wayang kulit Cenk Blonk merupakan wayang kulit kreasi dan inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi, namun tidak meninggalkan sarana tradisional.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peranan wayang kulit Cenk Blonk dalam pendidikan etika, nilai-nilai etika yang terkandung didalamnya, serta strategi penyampaian pendidikan etika Hindu dalam pertunjukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan dalam mengumpulkan data digunakan instrumen observasi, wawancara dan kajian pustaka.

Munculnya wayang kulit Cenk Blonk ternyata dapat menarik perhatian masyarakat khususnya generasi muda untuk kembali menonton pertunjukan wayang kulit, yang selama ini mulai ditinggalkan akibat adanya degradasi ketertarikan masyarakat untuk menonton wayang kulit, yang diakibatkan oleh kemonotonan dari pertunjukan yang ditampilkan selama ini. Adapun yang membedakan antara wayang kulit pada zaman dulu (tradisional) dengan wayang kulit Cenk Blonk (kontemporer) terdapat pada metode atau strategi penyampaian cerita dan peralatan yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit.

 Dengan berhasilnya wayang kulit Cenk Blonk menarik kembali perhatian masyarakat untuk menonton wayang kulit, maka dapatlah dikatakan bahwa wayang kulit Cenk Blonk mempunyai peranan yang cukup besar sebagai media penyampaian nilai-nilai pendidikan etika kepada masyarakat.

Keywords: Wayang Kulit Cenk Blonk, Media, Pendidikan Etika

 

Abstract

Wayang Kulit Cenk Blonk has a different style to another puppet, although both teach ethics education. Wayang Cenk Blonk is more favored by the people as compared to others in the Balinese shadow puppets, shadow puppets Cenk Blonk as a puppet creations and innovations that keep up with technology, but do not abandon traditional means.

The study was done in order to determine the role of puppet Cenk Blonk in ethics education, ethical values contained therein, as well as Hindu ethics education delivery strategies in the show. This study used a qualitative descriptive methods, and instruments used in collecting the data of observation, interviews and literature review.

The emergence of shadow puppets Cenk Blonk was able to attract the attention of the public especially the younger generation to re-watch a puppet show, which has begun to be abandoned due to the degradation of the public interest to watch a puppet show, which is caused by the monotony of the show is shown over the years. As for the difference between shadow play on the old (traditional) with puppet, Cenk Blonk (contemporary) contained in the storytelling methods or strategies and tools used in the puppet show.


Kata Kunci


Wayang Kulit Cenk Blonk; Media; Pendidikan Etika

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Daftar Pustaka

Bastomi, Suwaji. 1995. Gemar Wayang. Jakarta

……………….... 1993. Nilai-nilai Seni Pewayangan. Jakarta

Brabrata, Surya Sumadi. 1983. Metode Penelitian. Bandung: Jembatan

Ismoyo, Tejo. 1999. Pertunjukan Wayang Kulit Purwa Merupakan Esensi dari Nilai-nilai Ajaran Agama Hindu. Skripsi. Semarang: Program Studi Ilmu Kependidikan dan Keguruan Agama Hindu, Sekolah Tinggi Agama Hindu Jawa Tengah

Mudiasa, I Nyoman. 2000. Peranan Pertunjukan Wayang Kulit di dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi. Jakarta: Program Studi Ilmu Kependidikan dan Keguruan Agama Hindu, Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Mulyono, Sri. 1979. Wayang dan Karakter Manusia. Jakarta: Gunung Agung

........................1989. Sebuah tinjauan Filosofis Simbolisme dan Mekanisme dalam Wayang. Jakarta: Gunung Agung

Musman Asti, I Wayan. ”Cenk Blonk”Nardayana: Wayang Jadi Hiburan Favorit, (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/6/29/potl.html), diakses 18 Juni 2007 pukul 11.30.

Ngurah, I Gusti Made, dkk. 2006. Buku Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi. Surabaya: Paramita

Nirdon, Ki. 1993. kelir. Warta Hindu Dharma, No. 316

Said, Muhamad. 1980. Etik Masyarakat Indonesia. IKIP Jakarta: Pradnya Paramita

Sedana, I Nyoman. Parade Wayang Kulit dalam PKB sebagai Wahana menularkan Nilai Moral dan Etika,

(http://www.balipost.co.id/BALIPOSTCETAK/2005/7/2/bd2.html),

diakses 18 Juni 2007 pukul 11.30

Sumantika, W. Wayang Kulit Meretas Jalan Taklukkan Dunia,

(http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/12/9/bd2.html),

diakses 16 Juni 2007 pukul 11.30

Suparta, I Wayan. 1988. Kumbakarna. Warta Hindu Dharma, No.293

Sura, I Gede.2001. Buku Pengendalian Diri Dan Etika Dalam Ajaran Hindu, Hanoman Sakti

Titib, I Made. 1996. Kitab Veda Sabda Suci (Pedoman Praktis Kehidupan), Surabaya:Paramita

Purwodarminto, WJS. 1979. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
Pasupati is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.