RELEVANSI AJARAN STRI DHARMA DALAM KITAB SARASAMUSCAYA PADA KEHIDUPAN MODERN

Sutriasih Sutriasih

Sari


 ABSTRAK

Stri dalam bahasa sansekerta berarti pengikat kasih, fungsinya sebagai istri adalah menjaga jalinan kasih kepada suami dan anak-anaknya. Dalam konteks Dharma yang berarti guna perempuan disebut sebagai stri, sehingga muncul istilah Stri Dharma yaitu dharma seorang perempuan, perempuan harus mempunyai harga diri tanpa harga diri, seorang perempuan tidak dapat hidup damai dan bahagia. Stri Dharma dalam konteks sikap dan perilaku, Dharma seorang perempuan adalah menjadi anak perempuan yang baik dan benar, menjadi menantu yang berbudi pekerti yang baik, menjadi istri yang penuh setia, dan menjadi ibu yang baik dalam membimbing dan memperhatikan keperluan-keperluan anaknya. Dengan perbandingan beberapa istilah, perempuan mempunyai pengertian yang utama, mulia, suci dan patut dihormati. Dalam kitab suci Veda, sifat-sifat perempuan yang patut ditumbuhkembangkan adalah sebagai perintis (pelopor), cemerlang, pendukung (meringankan tugas suami dan orang tua), memberi atau menyuguhkan makanan, menjalankan dharma sebagai ibu pertiwi.

Tulisan ini adalah untuk mendapatkan penegasan terhadap keberpihakan sastra suci Hindu terhadap kesetaraan dan emansipasi perempuan. Meski berfokus pada kitab Sarasamuscaya, namun penulis akan melakukan semacam komparasi dengan kitab suci Hindu lainnya, terutama dalam melakukan analisa mengenai peran dan tugas perempuan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

 

Key words: stri dharma, Sarasamuscaya, peran wanita, perkawinan, keluarga

 

ABSTRACT

Stri in Sanskrit means binding you, its function as a wife is to maintain the fabric of love for her husband and children. In the context of Dharma, which means for women called stri, so that the term dharma Stri Dharma is a woman, she must have no self-esteem, a woman can not live peacefully and happily. Stri Dharma in the context of attitudes and behaviors, Dharma of a woman is to be a good girl and true, to be a good daughter-in-law, being fully faithful wife and a good mother in guiding and attention to his purposes. By comparison some of the terms, women have a primary sense, noble, sacred and worthy of respect. In the Vedic scriptures, the properties that should be nourished to a women is a pioneer (pioneer), brilliantly, supporting (lighten the task of the husband and the parents), give or serve food, practicing the dharma as the motherland.

This article is to obtain confirmation about the bias of Hindu sacred literature against women's equality and emancipation. Although the book focuses on Sarasamuscaya, but the author is going to do some sort of comparison with other Hindu scriptures, especially in the analysis of the role and duties of women in family life.

 

Key words: stri dharma, Sarasamuscaya, the role of women, marriage, family


Kata Kunci


stri dharma; sarasamuscaya; the role of women;marriage; family

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Dharmayasa, I Made. 1995. Canakya Niti Sastra, Jakarta, Yayasan Dharma Narada

Jaman, I Gede, Wayan Sunarsih dan Simon Kendek Paranta, 1995, Grha Jagadhita, Jakarta

Kajeng, I Nyoman, Dkk. 2005, Sarasamuscaya, Surabaya, Paramita

Koentjaraningrat, 1990, Kebudayan Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta, Gramedia Pustaka Umum

Meliono, Irmayanti dan Budianto, 2004, Ideologi Budaya, Jakarta, Kota Kita

Pendit, Nyoma S, 1991, Bhagavadgita, Jakarta, Yayasan Dharma Sarathi

Pudja, Gde dan Tjok Rai Sudharta, 20002, Manawa Dharmasastra, Jakarta, CV. Felita Nursatama Lestari

Pudja, Gede, 2004, Bagavadgita (Pancamo Veda), Surabaya, Paramita

Sivananda, Sri Swami, 1997, Intisari Ajaran Agama Hindu, Surabaya, Paramita

Sudharta, Tjok Rai, 2003, Slokantara Untaian Ajaran Etika (teks Terjemahan dan Ulasan), Surabaya, Paramita

Sura, I Gede, 2001, Pengendalian Diri dan Etika Dalam Ajaran Agama Hindu, Denpasar, Hanuman Sakti.

Titib, I Made, 1998, Citra Perempuan Dalam Kakawin Ramayana (Cermin Masyarakat Hindu Tentang Perempuan), Surabaya, Paramita

Titib, I Made, 1998, Veda Sabda Suci (Pedoman Praktis Kehidupan), Surabaya, Paramita

Titib, I Made, 2003, Menumbuhkembangkan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak (Persepktif Agama Hindu), Jakarta, Ganeca Exact

Naskah/Dokumen

Dwija, Bhagawan, 2005, Wacana Raditya, Perempuan Dalam Pandangan Agama Hindu, Majalah Bulanan Edisi 93/April Denpasar, Pustaka Manik Geni

Octaria, Yessi Crosita, 2004, wawasan Media Hindu, Perempuan Hindu di Panggung Sarasamuscaya, Majalah Dwi Bulanan Edisi 13/Januari-Pebruari-Bekasi, Media Hindu Jagadhita Apnoti

Satria, Wayan Suwira, 2005, Bagaimana Sloka-Sloka Tentang Perempuan dalam Kitab Sarasamuscaya Dipahami Dalam Jaman Modern, Jakarta, Makalah Seminar Sehari STAH Dharma Nusantara

Sudharma, I Wayan, 2005, Eksistensi dan Keutamaan Perempuan dalam Veda, Jakarta, Makalah Seminar Sehari STAH Dharma Nusantara

Suryawati, I.G.A Alit, 2006, Wacana Raditya, Keserasian Gender Dalam Hindu, Majalah Bulanan Edisi 106/Mei Denpasar, Pusataka Manik Geni

Yasa, Wasa Catra, 2004, Wacana Raditya, Memanfaatkan Hidup Sebagai Manusia, Majalah Bulanan Edisi 84/Juli Denpasar, Pusataka Manik Geni


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
Pasupati is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.